Kerja Freelance dan Jenis Pekerjaannya

image: pexels

Kerja freelance itu enak loh, tiap hari nggak perlu pusing-pusing dengan kemacetan lalu lintas, cukup duduk manis di rumah dan penghasilan masuk ke rekening kita. Benarkah kerja freelance seenak itu? 

Kali ini kita akan kupas berdasarkan pengalaman saya pribadi saat menjalani kehidupan sebagai seorang freelancer. Jadi ini mutlak pengalaman pribadi saya, orang lain bisa saja punya pengalaman yang berbeda dalam hal ini. Setidaknya cerita singkat ini bisa memberikan gambaran untuk kalian yang ingin menjalani pekerjaan sebagai seorang freelancer.

Freelance biasa disebut juga sebagai pekerja lepas, di mana mereka punya waktu yang fleksibel untuk menentukan sendiri kapan waktu mereka bekerja tanpa harus ada kontrak dengan perusahaan.

Tidak terikat kontrak dengan perusahaan, ini bisa berarti positif maupun negatif. Pekerja freelance lebih fleksibel mengatur waktu, tetapi juga tidak punya jaminan kepastian gajian seperti yang dijalani orang-orang yang bekerja terikat kontrak dengan perusahaan.

Pekerjaan freelance yang pernah saya jalani antara lain; fotografer, videografer, editor, penulis, entry data, dan yang sejenisnya. 

Untuk plus minus sudah cukup jelas, jadi tidak perlu kita bahas lagi, tetapi bagaimana mengoptimalkan pekerjaan sebagai freelancer mungkin ini bisa diadaptasi jika ada yang baik.

Pertama, manajemen diri rapi. Ini semua berkaitan dengan kelancaran workflow project yang sedang kita kerjakan. Misalkan kita mendapatkan pekerjaan sebagai videografer, kita harus sejak awal menyiapkan konsep, alat yang digunakan, kapan pengambilan video, kita butuh properti apa, hingga kemudian ketika selesai butuh berapa lama waktu untuk mengerjakan video itu hingga siap diserahkan kepada klien. Ini semua harus rapi, karena kalau tidak rapi maka kita yang akan rugi sendiri, misalkan jadwal mundur dan kita mengecewakan klien.

Kedua, miliki relasi sebanyak mungkin. Bagi seorang freelancer, punya relasi yang banyak itu hal mutlak yang harus dimiliki. Kita tidak sedang punya gaji rutin yang benar-benar bisa diandalkan. Sehingga semakin banyak dan baik relasi kita, akan semakin lancar pula job dan pekerjaan yang akan kita kerjakan.

Ketiga, kontrol keuangan. Sebagai orang yang tidak punya gaji pasti, maka kontrol keuangan ini sangat penting. Jangan sampai cadangan uang yang harusnya kita gunakan untuk pengerjaan project selanjutnya habis untuk konsumsi yang harusnya bisa sangat direm. Pekerja freelance juga akan sangat bergantung pada job yang ia kerjakan, artinya jika dalam masa-masa tertentu belum mendapatkan job yang diharapkan, harus ada cadangan dana yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk keperluan project selanjutnya.

Keempat, dapatkan sumber penghasilan pokok. Banyak beberapa rekan yang memutuskan kerja freelance tidak sepenuhnya mengandalkan sumber penghasilan dari itu. Saat kondisi job freelance belum bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-harinya ia akan tetap bekerja di perusahaan. Namun ia memilih perusahaan yang tidak terlalu menyita waktunya, sehingga ia masih punya kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan freelance di luar waktu kerja pokoknya.

Sudah siap untuk terjun bekerja freelance? Sudah siap dengan segala risiko yang dihadapi seorang freelancer? Tetap semangat, pantang menyerah, semoga sukses.

Comments