Sepatu Gunung Murah


Bagi sebagian orang yang hobi naik gunung mungkin uang bukan masalah. Namun bagi sebagian yang lain masih harus berhitung beberapa kali untuk membelanjakan uang demi perlengkapan naik. Saya memang bukan pecinta alam yang ikut organisasi resmi, namun saya lebih ke traveller yang memang sekali waktu naik gunung. Berbicara kenyamanan naik gunung, sepatu memang layak untuk dibahas karena manfaatnya dan banyaknya varian yang bisa di pilih sesuai yang kita inginkan. 

penampakan sepatu

Sebagian orang memang lebih senang mengenakan sandal, namun saya pribadi lebih memilih bersepatu karena jelas lebih aman dan nyaman untuk kaki. Sepatu gunung yang ada di toko outdoor memang banyak pilihan dan mantap. Namun bagi saya pribadi masuk toko outdoor dan memilah-milah sepatu sedikit membuat "sesak nafas" karena harganya. 

Bagaimana tidak, sepatu seharga kisaran 500rb memang lumayan oke, namun jauh dari kesan ramah di kantong. Mungkin ada yang akan bilang, "hobi itu emang butuh biaya men..." | iya sih, tapi kalo bisa kurang dari itulah..bukan tidak mampu beli, namun masih tinggi nomonal itu untuk sekedar sepatu yang tidak saya pakai tiap harinya untuk mendukung pekerjaan. Kalo itu saya pakai bekerja tiap hari dan memang sesuai yang saya butuhkan, pasti saya tebus. 

Cukup curhatnya, dari latar belakang tersebut saya cari opsi lain yang lebih ramah kantong. Di salah satu forum online ada 2 sepatu gunung yang ekonomis namun dengan spek yang lumayan, tidak sama memang dengan yang harga wow tadi. Namun jelas saya butuh yang dibawah itu. Dua merek tersebut adalah "Garsel" dan "Trekking". Semuanya adalah produk lokal Jawa Barat. Secara bahan dan kekuatan serta model sudah "masuk". 

Cocok dengan kategori travel atau adventure, namun harga berada di kisaran 200-300rb, angka yang masih bersahabat. Setelah menimbang-nimbang saya putuskan untuk memilih Trekking, kali ini yang saya ambil seri Tampomas 02. Dari beberapa lapak online dapetlah harga 220rb untuk sepatunya dan total sama ongkirnya jadi 250rb. 


cerukannya kurang dalam
Akhirnya, jadi juga punya sepatu gunung yang sejak lama jadi impian, Alhamdulillah. Dari segi model dan kekuatan lumayanlah sodah terjahit dengan kuat solnya. Pertama kali test drive, test hiking adalah perjalanan naik ke gunung api purba Nglanggeran di Patuk, Gunung Kidul. Apakah nyaman? Tentu saja, sepatu masih baru dan saya memang mengambil ukuran 1 tingkat diatas ukuran sepatu yang biasa saya pakai. 

Karena untuk medan gunung, sepatu harus menyisakan sedikit space untuk pergerakan ujung jari kalau tak mau kukunya luka atau kesakitan ketika turun gunung. 


Bagaimana ketahanan dalam waktu lama? itu nanti akan terjawab ketika sudah cukup berumur.

Bagaimana jika untuk basah-basahan? Kebetulan pulang dari naik ke Gunung Api Purba kemaren pulangnya motoran dan kehujanan sampai Solo, walhasil sepatu basah kuyup dan sampai menampung air dalamnya. Bahan kulit ketika basah dan dijemur maka bisa dipastikan bakal jadi keras dan gampang pecah-pecah. 

Solusinya adalah mengeringkannya tanpa dijemur, memang akan memakan waktu cukup lama namun lebih baik begitu daripada menyesal karena kulit akan menjadi kaku dan rusak. Sepatu basah dicuci sekalian (tanpa sabun) dan dibilas dengan air bersih serta diperas di beberapa bagian yang mengandung spons agar mudah kering, lalu masukkan kain bahan kaos yang menyerap air lalu tekan-tekan merata ke semua bagian yang potensial mengandung banyak air, ganti kain lagi jika sudah basah, setelah itu angin-anginkan.

Istirahat sejenak ketika naik "Nglanggeran"

Apakah dengan ini sepatu akan tahan lama? kita lihat sama-sama
Taufik

Photographer, Videographer, Writer, Traveler, Journalist. Email: topxcreator@gmail.com

10 Comments

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post